Wednesday, 11 February 2015

Kenapa Lebih Suka Rumah Besar daripada Tipe Minimalis

Bagaimana pun rumah yang saya suka itu sebetulnya terserah saya dan sesuai selera saya sendiri. Di sini saya akan ungkap kenapa saya lebih suka rumah besar apalagi mewah dari pada rumah minimalis walaupun pada masa sekarang tipe minimalis banyak digemari. Saya sendiri berpendapat bahwa kebanyakan orang akan kagum, takjum dan senang bila melihat apalagi memiliki rumah yanag besar dan mewah. Ya, memang kalau terlalu besar bisa bikin tidak nyaman karena repot merawat rumah yang sangat besar.

Namun ada pula nilai positif dari rumah yang besar dibanding rumah sederhana , antara lain :

1. Rumah besar menandakan punya harta banyak alias pemiliknya adalah orang yang mampu. Setidaknya kalau punya rumah besar mestinya penghuni rumah juga mampu membayar pengeluaran rumah tersebut seperti listrik, air, dan biaya kebersihan. Orang punya tanda dia mampu.

 2.Rumah yang besar bisa dibagi menjadi beberapa rumah. Mungkin saat ini keluarga masih sedikit, tetapi ketika anak-anak sudah berkeluarga sendiri sendiri dan ingin memiliki kediaman terpisah maka rumah yang besar bisa dibagi menjadi 2 atau 3. Kalau sayang dan repot bisa dijual mahal untuk kemudian uang hasil penjualan dibagi kepada masing-masing ahli waris.

3.Rumah besar bebas menampung tamu yang banyak. Terutama di kawasan pedesaan yang masih umum melaksanakan hajatan besar, sangat bermanfaat punya rumah besar dan luas karena tidak perlu repot-repot mencari lahan untuk menerima tamu. Hal ini sungguh berbeda dengan budaya di kota yang lebih suka menyewa gedung pertemuan ketika ada hajat pernikahan. Misalkan juga bila ada kawan yang menginap, maka penghuni rumah tidak akan repot-repot mencarikan ruang atau kamar tidur untuk tamunya. Kalaupun tidak ada kamar tambahan cukup gelar tikar di ruang tamu sudah mencukupi.

4. Punya rumah besar peluang di bisniskan. Jika rumah kita luas dan punya kamar kosong , dari pada dibiarkan nganggur lebih baik dimanfaatkan sebagai bisnis seperti dikontrakan, disewakan sebagai kantor atau tempat usaha, bahkan sekarang ini rumah-rumah yang cukup besar dimanfaatkan sebagai kos-kosan mahasiswa. Untuk kasus tertentu, beberapa cukong besar mendesain rumah pribadi juga sebagai gudang atau bersebelahan dengan gudang dagangan. Rumah besar juga bisa dijadikan sebagai kantor pribadi, sehingga tidak perlu sewa kantor di lluar area rumah pribadi, selain hemat juga efisien lokasi dekat.

 5. Rumah besar punya harga jual lebih mahal. Dari kelebihan-kelebihan di atas tentunya menjadikan harga jual rumah besar lebih mahal dibanding dengan rumah yang sederhana atau minimalis apalagi jika rumah tersebut besar dan mewah tentu akan sangat mahal. Jadi rumah besar adalah aset yang sangat berharga bagi keluarga.

6.Dan dibalik semua alasan yang ada di atas , alasan kenapa saya lebih suka rumah besar dan luas adalah karena sejak kecil saya sendiri tinggal di rumah peninggalan kakek saya yang cukup luas dan besar karena merupakan rumah kuno. Dan ternyata sudah menjadi ciri khas rumah orang jaman dahulu memiliki rumah yang luas dengan panjang lebih dari 20 meter dan lebar lebih dari 6 meter. Bukan saja rumah yang saya tinggali, rumah dari kakek saya yang lain juga ternyata cukup luas bahkan ada yang lebih luas dari rumah saya pribadi.

 Jadi walaupun rumah kamu mencolok di antara rumah tetangga gara-gara ukurannya yang besar namun jangan menjadikan diri kamu sombong, yang terpenting adalah nyaman ditinggali.

Friday, 16 January 2015

Dekorasi Seni Pemukiman Rumah Padat Penduduk



Apa yang dipikir orang tentang seni dekorasi rumah di pemukiman padat penduduk? Apakah sempat orang-orang yang tinggal di area padat penduduk memikirkan dan mendekorasi rumahnya ? mungkin bagi penduduk yang untuk mendapatkan lahan yang layak untuk tinggal aja sudah sulit apalagi harus memikirkan seni dan keindahan rumah. Asalkan layak huni aja sudah cukup. Di sini kami dari tim http://dekorasirumah.org akan menguak sebuah fenomena mengenai perkembangan seni dan estetika pada bidang perumahan di Indonesia. 

Faktanya adalah tidak seperti itu.

Dalam bidang hunian rumah setiap manusia akan  berusaha memenuhi 4 kriteria.
Pertama , Ketersedianya hunian tempat berteduh dan istirahat. Petimbangan pertama bagi orang yang tinggal di tempat yang padat adalah adanya lokasi untuk tinggal. Apalagi jika sudah sangat terpaksa, dana terbatas maka kriteria yang lain pun bisa diabaikan. Banyak jika orang-orang yang bernasib seperti ini, yaitu para gelandangan, musafir, perantau dengan dana kecil.  Maka bagi orang-orang tersebut, sudah mendapatkan 
tempat untuk tidur adalah suatu keberuntungan.

Kedua adalah menjaga keamanan. Tinggal di tempat yang penuh dengan penduduk tentu lebih rawan akan tindakan kejahatan  karena banyak orang yang belum tentu tahu kepribadiannya. Maka sangat penting untuk bisa menjaga keamanan di pemukiman yang banyak penghuninya.

Ketigaa, Sanitasi dan kesehatan. Seorang yang menempati tempat tinggal tentu memikirkan dan mempertimbangkan kesehatan bagi dirinya dan keluarga. Masalah yang paling umum dirasakan oleh masyarakat berada di lokasi padat adalah sampah, dan nyamuk. Sehingga wajar aja kalau di perumahan sering diadakan iuran kebersihan dan jasa angkut sampah. Nyamuk biasa juga sering melanda terutama di saat musim penghujan, tak heran sering diadakan program pengasapan nyamuk untuk mencegah merajalelanya nyamuk teruma nyamuk demam berdarah.

Selain nyamuk serangan binatang mengerat yaitu tikus biasa menjadi penganggu bagi penduduk. Karena tata ruang yang sempit dan saling menghimpit menjadikan banyak lubang bagi binatang. Bagi penduduk yang telah memperoleh lokasi perumahan yang layak dan cukup terjamin kesehatan dan keamanannya. Maka orang akan memelihara dan memenuhi kriteria ke empat yaitu estetika dan seni keindahan.

Walaupun menjadi prioritas terakhir ternyata penduduk yang tinggal di kawasan yang padat tetap memperhatikan hal ini. Penghuni rumah di kawasan rapat masih menyempatkan untuk menrenovasi, mendekorasi dan menghias rumah agar tetap indah dan elok menurut estetika. Walaupun tidak selalu namun setidaknya untuk menyambut hari-hari perayaan tertentu seperti hari raya idul fitri maka para penduduk biasanya akan menata ulang dan mendekorasi rumahnya agar tamu yang datang bisa merasa lebih nyaman.

Beberapa perabot yang biasa dipakai untuk dekorasi  pada rumah minimalis rumah padat penduduk adalah lukisan, jam dinding, korden, cermin.  Walaupun sederhana namun ternyata perabot yang dipakai adalah perabot yang kerap dipakai dan dimanfaatkan oleh penghuni rumah maupun tamu.